BOGOR – Kisah sukses mahasiswa yang mampu menembus pasar internasional kembali lahir dari IPB University. PT Export Tani Nusantara, startup yang dirintis sejak masa kuliah oleh Al Fiqie, kini rutin mengekspor komoditas pinang ke Bangladesh dan Maladewa dengan volume puluhan ton setiap bulan.
Keberhasilan tersebut mendapat perhatian dalam kegiatan Campus Preneur yang digelar Kementerian Perdagangan di Kampus IPB Dramaga, Jumat (12/6). Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet secara simbolis melepas ekspor pinang yang menjadi bukti nyata lahirnya eksportir muda dari lingkungan kampus.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program Campus Preneur disiapkan untuk membangun mental kewirausahaan mahasiswa sejak dini. Melalui program ini, mahasiswa didorong belajar langsung dari pelaku usaha dan eksportir agar mampu mengembangkan bisnis sendiri bahkan sebelum lulus kuliah.
Menurutnya, kisah Al Fiqie menjadi contoh bahwa mahasiswa Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan jika mendapatkan pendampingan dan akses yang tepat.
Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet menyatakan bahwa semangat tersebut sejalan dengan visi kampus sebagai Techno-Social Entrepreneur University. Karena itu, IPB terus membangun lingkungan yang mendukung mahasiswa mengembangkan inovasi menjadi usaha yang berdaya saing.
Tidak hanya melalui pembinaan startup, IPB juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan seperti One Village One CEO (OVOC) dan One Village One Export yang menghubungkan riset, masyarakat, dan dunia industri.
Berkat dukungan tersebut, PT Export Tani Nusantara berkembang pesat. Al Fiqie mengungkapkan perusahaannya kini mampu mengirim sekitar 54 ton pinang dengan frekuensi lima hingga enam kontainer setiap bulan ke pasar internasional.
Pencapaian itu semakin lengkap setelah perusahaan berhasil memperoleh kontrak dagang senilai Rp33 miliar melalui pameran perdagangan di Shanghai, Tiongkok. Baginya, capaian tersebut bukan hanya menjadi keberhasilan bisnis, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi petani sebagai mitra utama dalam rantai pasok.
Ke depan, PT Export Tani Nusantara berencana mengembangkan produk olahan seperti sliced betel nut dan roasted betel nut melalui kolaborasi dengan riset-riset IPB University. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas pasar ekspor Indonesia.
Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat, mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di ruang kelas, tetapi juga dapat membangun usaha yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat dan mengharumkan nama Indonesia di pasar global.
