BGN Ubah Fokus Program MBG, Kualitas dan Wilayah 3T Kini Jadi Prioritas

HALLOPATRIOT – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sejumlah perubahan strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut.

Kepala BGN Nanik S. Deyang bersama jajaran baru langsung melakukan evaluasi terhadap program yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Hasil evaluasi tersebut melahirkan sejumlah kebijakan baru yang menitikberatkan pada kualitas program, efisiensi anggaran, dan pemerataan manfaat.

Salah satu kebijakan yang segera diterapkan adalah penghentian sementara pendaftaran dan pembangunan dapur MBG baru. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi BGN melakukan pembenahan terhadap dapur yang telah beroperasi.

Saat ini lebih dari 27 ribu dapur MBG aktif melayani penerima manfaat di berbagai daerah. Namun, BGN menilai masih diperlukan evaluasi untuk memastikan seluruh dapur memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan.

Selain melakukan penataan dapur, BGN juga mengubah orientasi program dari mengejar jumlah penerima manfaat menjadi meningkatkan mutu pelaksanaan. Target 82,9 juta penerima manfaat yang sebelumnya ditetapkan tidak lagi menjadi fokus utama pada tahun ini.

BGN memilih memprioritaskan kualitas makanan yang diberikan, kelayakan operasional dapur, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Perubahan berikutnya adalah penajaman sasaran penerima manfaat. Ke depan, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan menjadi fokus utama perluasan program. Langkah ini diambil karena distribusi dapur MBG selama ini dinilai masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan wilayah aglomerasi.

Selain wilayah 3T, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga akan menjadi prioritas penerima manfaat. Kelompok tersebut dianggap membutuhkan dukungan gizi yang lebih besar karena berada pada fase penting pertumbuhan dan perkembangan.

BGN juga membuka peluang evaluasi terhadap penerima manfaat dari kalangan sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu. Kebijakan ini bertujuan agar anggaran program dapat lebih tepat sasaran dan dialokasikan kepada masyarakat yang memiliki kebutuhan lebih besar.

Melalui penyesuaian strategi tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih merata. Fokus baru ini sekaligus menjadi upaya untuk memastikan setiap anggaran yang digunakan mampu menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Wartawan

Wartawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *