Kejurnas Muaythai 2026 di Kota Bekasi Terus Dipersiapkan, PBMI Fokus Data Atlet dan Kelas Pertandingan

KOTA BEKASI – Persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 2026 di Kota Bekasi terus dikebut. Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) bersama panitia pelaksana melakukan berbagai penyempurnaan agar ajang olahraga tingkat nasional tersebut dapat berlangsung lancar dan sukses.

Sejumlah aspek mulai dari teknis pertandingan, administrasi peserta, hingga fasilitas pendukung terus dimatangkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan para atlet dan ofisial dari berbagai provinsi di Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik selama mengikuti kompetisi.

Koordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi sebagai tuan rumah juga terus dilakukan secara intensif. Dukungan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beserta jajaran pemerintah daerah, termasuk KONI Kota Bekasi, menjadi salah satu kekuatan dalam menyukseskan pelaksanaan Kejurnas Muaythai 2026.

Wakil Ketua Umum PBMI Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, menyampaikan bahwa persiapan pra-event kini memasuki tahap penyempurnaan.

“Persiapan pra-event Kejuaraan Nasional Muaythai terus kami sempurnakan. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan, dan dukungan dari Wali Kota Bekasi beserta jajarannya, termasuk KONI Kota Bekasi, sangat baik,” ujar Evi, Senin (6/7/2026).

Untuk kebutuhan akomodasi kontingen, panitia telah menetapkan Wisma Haji sebagai pusat penginapan atlet dan ofisial. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai, nyaman, serta lebih efisien dari sisi biaya.

Selain menjadi tempat tinggal peserta, Wisma Haji juga memiliki fasilitas yang mendukung persiapan atlet, seperti area untuk pemanasan dan latihan sebelum pertandingan.

“Akomodasi menggunakan Wisma Haji karena sangat ideal dan ekonomis. Tempat untuk pemanasan maupun latihan sebelum bertanding juga sangat baik sehingga atlet dapat mempersiapkan diri secara maksimal,” jelasnya.

Dari sisi lokasi, Wisma Haji juga memiliki keunggulan karena berada sekitar 400 meter dari arena pertandingan. Jarak yang dekat membuat atlet dan ofisial lebih mudah melakukan mobilitas tanpa membutuhkan waktu perjalanan panjang.

Tidak hanya untuk akomodasi, Wisma Haji juga akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan wasit, juri, dan kepelatihan yang masuk dalam rangkaian pra-event Kejurnas Muaythai. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 10 Agustus 2026.

Saat ini, PBMI mulai memfokuskan persiapan pada proses entri nomor pertandingan dan pendataan kelas yang akan diikuti oleh seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai se-Indonesia.

Pendataan tersebut menjadi bagian penting agar penyusunan jadwal pertandingan dan kebutuhan teknis lainnya dapat dilakukan secara maksimal.

“Sekarang kami tinggal fokus pada entri berdasarkan nomor pertandingan sekaligus memastikan nomor kelas yang akan diikuti setiap Pengprov. Kami meminta seluruh Pengprov di Indonesia agar segera mendaftarkan atletnya,” tegas Evi.

PBMI optimistis dengan dukungan Pemerintah Kota Bekasi dan kesiapan seluruh panitia, Kejurnas Muaythai 2026 dapat menjadi ajang olahraga nasional yang berkualitas sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet muaythai Indonesia.

Wartawan

Wartawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *