BALI — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak industri serta investor memperluas kemitraan untuk memperkuat infrastruktur, mengembangkan talenta lokal, dan mendukung pertumbuhan perusahaan Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan melalui penyelenggaraan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.
Berlangsung pada 19–23 Oktober 2026, BTW menggabungkan 13 agenda teknologi dalam satu platform kolaborasi. Kegiatan ini mencakup konektivitas, infrastruktur digital, kecerdasan artifisial, keamanan siber, ekonomi digital, pengembangan perusahaan rintisan, dan investasi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa Indonesia telah mempunyai skala pasar digital yang besar. Tahap berikutnya adalah mengubah potensi tersebut menjadi produktivitas, inovasi, dan kemampuan teknologi nasional.
“Tugas utama kita tidak lagi hanya membangun konektivitas Indonesia, tetapi juga memastikan konektivitas itu diterjemahkan menjadi pertumbuhan, baik ekonomi, masyarakatnya, maupun perbaikan layanan publik,” ujar Meutya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah mengarahkan transformasi digital melalui tiga pilar, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Penguatan akses internet perlu disertai pengembangan kegiatan produktif serta pelindungan masyarakat dan dunia usaha.
Komdigi mendorong pendiri perusahaan dan perguruan tinggi menghadirkan solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata. Platform teknologi serta mitra internasional juga diharapkan berbagi keahlian dalam membangun layanan digital yang lebih aman dan tepercaya.
Hari pertama BTW 2026 mengangkat agenda “Connect the Nation”. Konektivitas dan infrastruktur ditempatkan sebagai fondasi untuk memperluas manfaat transformasi digital di seluruh Indonesia.
Rangkaian pembukaan turut menghadirkan Bahlil Lahadalia yang membahas keterkaitan teknologi dengan pembangunan infrastruktur, transformasi energi, dan pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa teknologi berperan dalam mendukung industrialisasi yang kompetitif dan efisien.
“Hilirisasi energi bisa kita lakukan secara maksimal kalau disertai teknologi yang baik dan industrialisasi yang andal, kompetitif, dan efisien,” ujar Bahlil.
Selain agenda pembukaan, kegiatan hari pertama mencakup diskusi tentang posisi Asia Tenggara dalam teknologi global, jaringan generasi berikutnya, serta penguatan infrastruktur digital nasional. Terdapat pula Telkomsel AI Solution Announcement, Tokocrypto Digital Summit, Tea Talks, dan dialog Menteri dengan perempuan pemimpin ekosistem digital.
Pengembangan kemitraan juga didukung melalui ekosistem Garuda Spark. Dalam paparannya, Meutya menyebut 178 program telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, membina 80 perusahaan rintisan, dan melibatkan 80 mitra.
Melalui pertemuan berbagai unsur ekosistem tersebut, Komdigi berharap peluang investasi dapat terhubung dengan kebutuhan pengembangan teknologi nasional. Kemitraan yang terbentuk diharapkan memperluas kesempatan bagi inovator Indonesia sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi digital yang lebih merata.
