KOTA BEKASI – Kabar mengenai usulan penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta turut menjadi perhatian masyarakat Bekasi yang setiap hari mengandalkan layanan TransJabodetabek untuk beraktivitas ke Ibu Kota.
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) periode 2026-2029, Sugihardjo, mengusulkan tarif layanan TransJabodetabek sebesar Rp10.000, sementara tarif TransJakarta di dalam wilayah DKI Jakarta diusulkan menjadi Rp5.000.
Usulan tersebut disampaikan Sugihardjo usai dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Sugihardjo, DTKJ telah melakukan kajian serta dialog publik sebelum menyampaikan usulan penyederhanaan tarif menjadi dua kelompok, yakni tarif dalam wilayah Jakarta dan tarif TransJabodetabek.
Untuk layanan di dalam Jakarta, DTKJ mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 yang berlaku pada seluruh layanan TransJakarta yang telah terintegrasi, meliputi Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, hingga Mikrotrans.
Sementara itu, tarif Rp10.000 untuk TransJabodetabek diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat di wilayah penyangga, termasuk Kota Bekasi, karena nantinya penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan TransJakarta dalam satu skema tarif terintegrasi.
Sugihardjo menjelaskan, skema tersebut dinilai lebih menguntungkan dibanding sistem saat ini. Selama ini, penumpang yang berpindah dari layanan BRT ke non-BRT harus membayar tarif tambahan sehingga total biaya perjalanan bisa mencapai Rp7.000. Dengan sistem baru, seluruh perjalanan dalam jaringan TransJakarta cukup dikenakan tarif Rp5.000.
DTKJ juga mendorong agar integrasi transportasi tidak hanya mencakup layanan bus, tetapi diperluas dengan LRT dan MRT sehingga perjalanan masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat Jakarta menjadi lebih praktis.
Meski demikian, usulan penyesuaian tarif tersebut masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
DTKJ menegaskan bahwa kenaikan tarif harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan armada, hingga kemudahan perpindahan antarmoda agar masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi umum.
