Survei Global: Indonesia Jadi Negara yang Paling Khawatir Pekerjaannya Digantikan AI

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terus melaju dan mulai digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Kemampuan AI yang semakin canggih membuat teknologi ini mampu membantu tugas-tugas yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia.

Namun di balik berbagai manfaat tersebut, muncul kekhawatiran bahwa AI dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja dan menghilangkan sejumlah jenis pekerjaan di masa depan.

Hal itu terungkap dalam laporan Predictions Report 2026 yang dirilis lembaga riset global Ipsos. Survei tersebut dilakukan pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 67 persen responden secara global percaya bahwa perkembangan AI akan menyebabkan banyak pekerjaan hilang. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya yang berada di level 64 persen.

Indonesia menjadi negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terhadap dampak AI pada dunia kerja. Sebanyak 76 persen responden Indonesia mengaku khawatir pekerjaan manusia akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Persentase yang sama juga tercatat di Singapura, sehingga kedua negara menempati posisi teratas dalam daftar negara yang paling cemas terhadap perkembangan AI.

Di posisi berikutnya terdapat Kolombia, Turki, dan Prancis dengan tingkat kekhawatiran sebesar 73 persen. Malaysia, Afrika Selatan, dan Australia menyusul dengan angka 72 persen, sementara Peru mencatat 70 persen dan Britania Raya 69 persen.

Berikut daftar 10 negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terhadap hilangnya pekerjaan akibat AI:

  1. Indonesia (76 persen)
  2. Singapura (76 persen)
  3. Kolombia (73 persen)
  4. Turki (73 persen)
  5. Prancis (73 persen)
  6. Malaysia (72 persen)
  7. Afrika Selatan (72 persen)
  8. Australia (72 persen)
  9. Peru (70 persen)
  10. Britania Raya (69 persen)

Meski demikian, sejumlah pengamat teknologi menilai AI tidak hanya membawa risiko berkurangnya pekerjaan tertentu, tetapi juga membuka peluang lahirnya profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak ada. Karena itu, peningkatan keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi hal yang semakin penting bagi para pekerja.

Dengan perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat, isu mengenai masa depan dunia kerja diperkirakan akan terus menjadi perhatian masyarakat di berbagai negara dalam beberapa tahun mendatang.

Wartawan

Wartawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *