KOTA BEKASI – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi menggelar Sosialisasi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola data berbasis prinsip Satu Data Indonesia.
Sosialisasi diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang berperan sebagai produsen data statistik sektoral. Melalui kegiatan ini, setiap perangkat daerah diharapkan semakin memahami pelaksanaan EPSS dan pentingnya menghasilkan data yang berkualitas.
Kepala Bidang Statistik Diskominfostandi Kota Bekasi, Chaerul Azis, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi EPSS merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, pemahaman terhadap indikator penilaian EPSS sangat penting agar setiap OPD mampu menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Plt Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi, Jaya Eko Setiawan, yang membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa data merupakan aset strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Diperlukan sinergi dan komitmen seluruh perangkat daerah untuk menghasilkan data statistik sektoral yang berkualitas sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Jaya menambahkan, pelaksanaan EPSS tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai indeks statistik sektoral, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya pengelolaan data yang lebih baik sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berbasis data.
Dalam kegiatan tersebut, Diskominfostandi menghadirkan dua narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, yakni Robert Ronytua Pardosi dan Minto Setiyo.
Robert menyampaikan materi mengenai Prinsip Satu Data Indonesia (SDI), meliputi implementasi kebijakan, standar data, metadata, interoperabilitas data, serta peran pembina data, wali data, dan produsen data dalam mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi.
Sementara itu, Minto Setiyo memaparkan pentingnya kualitas data statistik sektoral dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembangunan, hingga pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya proses pengumpulan, pengolahan, validasi, dan penyajian data agar menghasilkan data yang akurat dan konsisten.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral terus meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan yang tepat sasaran dan pelayanan publik yang semakin optimal.
